Kamis, 04 Februari 2010

Pergimu...

Tanpa batas waktu
Tanpa kungkungan detik itu

Sisa jejak yang pernah terlewat
membekas di tanah dalam sekat-sekat
yang membuatku tersesat

Detak jantung
Bumi bergaung
Kakimu menjejak linglung
Dan aku berkabung

Bingung
Kau diam termenung

Dalam lara,
kakiku dan kakimu terpasung

Dan tak ada lagi jejak itu
Tak ada lagi nyaring suaramu
memanggilku

Satu.
Kamu,
pergi bersama waktu...

Kamis, 31 Desember 2009

Asa itu...

Tak ku biarkan asa itu datang lagi,
karena ku pikir aku terlalu lelah untuk ini.

Saput itu kembali,
tanpa kamu dan aku tahu apa artinya.

Kita, katamu.
Entah itu kamu dan aku, atau kamu dan dia.

Ada bagian dalam cerita ini yang aku masih tak mengerti.

Dan kali ini. Di sini.
Dengan kamu di depanku.
Ku putuskan untuk mengambil alih cerita ini dan pergi.

Tanpa kamu.

Ya...
Tanpa. Kamu.

Selasa, 08 Desember 2009

Yang Terlewatkan...

Mengambil kembali apa yang dulu pernah terlewat.

Menapak kembali jalan yang dulu sempat terlupakan.

Aku masih mencoba mengumpulkan asa itu lagi, sampai ku pikir aku cukup bisa untuk benar-benar berbalik dan pergi...

*Bukan. Ini bukan tentang hati...

Senin, 17 Agustus 2009

Le voyage...

masih dalam ingatan
ketika waktu tak berjalan ke depan

berarak pelan
dalam jajaran awan
yang akan turun sebagai hujan

ini tentang pilihan
bukan permainan

hanya sebuah sandiwara jalanan
tentang hidup mati setan

kau mungkin tak mengerti
tapi aku juga tak lebih tahu dari ini

fuuh...
ini akan jadi perjalanan yang melelahkan

*Bangunkan aku ketika pagi datang...

Minggu, 16 Agustus 2009

Hujan...

hilang dalam awan
tak terjamah dalam
ranah tak berantah

basah..
bau tanah kala hujan mengantarku
pulang dalam diam

banjir..
anak-anak kecil berenang dalam air yang menggenang
dengan senyum yang tak hilang meski dingin
menusuk tulang

waktu berjalan pelan
dengan iringan tetesan sisa hujan
yang jatuh perlahan

lenyap ke tanah,
dan menghilang...

*Aku rindu hujan itu...

Sabtu, 15 Agustus 2009

Désespoir...

yang terabaikan,
terbang mengawang menembus
batas ribuan bintang

supernova...
meledak terporak terkuak
merambah bayang bidadari terbang

burung elang yang gila
terbang jauh mengawang awan
menembus batas tanpa alas
seolah menari di atas hamparan kanvas luas

tak ada yang terlewatkan
karena aku tahu kau tak kan semudah itu datang

aku kalah,
kau menang!


dalam serbuan bayang hitam
tak tenggelam hingga siang berganti malam
hingga matahari berganti bulan
hingga panas berganti hujan

dan bila nanti di penghujung musim aku pulang
mungkin tetap tak terkatakan

*Sudahlah, biarkan...

Sabtu, 25 Juli 2009

Lelah...

Aku lelah,
dengan semua hal tentang kita yang selalu kau anggap salah...

Aku menyerah,
untuk selalu bersabar denganmu dan terus mengalah...

Menahan amarah,
dan mundur langkah demi langkah...

Hingga saat aku tiba di batas gundah
Aku berbalik dan berlari,
jauh tak tentu arah...

*Cukup, aku lelah...